Sejarah Sekolah Alam Bandung

Sejarah Sekolah Alam Bandung

Lendo Novo Sang Penggagas

Dalam dunia pendidikan Indonesia, nama Lendo Novo atau yang lebih akrab dengan panggilan Bang Lendo akan selalu dikenang sebagai tokoh yang menginspirasi banyak orang.

Beliau adalah perintis konsep Sekolah Alam, yang kemudian menjadi landasan bagi pendidikan alternatif di tanah air dengan memperkenalkan konsep pendidikan Sekolah Alam di Indonesia, yang diwujudkan dengan berdirinya Sekolah Alam Ciganjur pada tahun 1998.

Namun, sayangnya, kita harus mengenang Lendo Novo yang telah meninggalkan kita pada 22 Agustus 2021 dalam usia 57 tahun.

Meskipun telah berpulang, warisannya dalam bentuk pendidikan yang berpusat pada alam dan kebebasan belajar tetap hidup dan terus berkembang.

Revolusi Pendidikan: Mewujudkan Gagasan Menjadi Model Sekolah yang Berbeda

Awalnya, konsep pendidikan ini hanyalah sebuah gagasan, namun dengan tekad kuat, gagasan tersebut kemudian diwujudkan menjadi sebuah model sekolah yang benar-benar berbeda.

Sekolah yang dirintis harus memiliki ikatan yang erat dengan alam, di mana alam bukan hanya menjadi latar belakang, melainkan menjadi sumber ilmu yang menciptakan suasana yang memungkinkan kreativitas dan eksplorasi.

Sebagai alternatif dari gedung sekolah konvensional, saung-saung kayu menjadi ruang kelas yang unik, mencerminkan pendekatan yang berbeda dalam pendidikan.

Dalam lingkungan seperti ini, siswa diilhami untuk belajar dari alam, menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar, dan menggali potensi mereka dengan lebih dalam.

Sekolah Alam Bandung: Dari Gagasan hingga Realisasi

Demi mewujudkan visi pengembangan Sekolah Alam di Indonesia, Lendo Novo kemudian berencana mendirikan Sekolah Alam kedua di Kota Bandung.

Untuk meresmikan langkah bersejarah ini secara hukum, didirikanlah Yayasan Sekolah Alam Bandung, yang tertuang dalam Akta Notaris Dr. Wiratni Ahmadi, SH., pada tanggal 9 Januari 2001, dengan nomor 16.

Awal mula perjalanan Sekolah Alam Bandung berasal dari ide brilian lima alumni ITB, yaitu Eko Kurnianto, Tati Sulastri, Devi Teja, Rina Farida, dan Fajar Handyono.

Pada awal berdirinya, Sekolah Alam Bandung hanya memiliki enam belas murid yang berasal dari dua belas orang tua siswa. Sejumlah orang tua siswa tersebut kemudian diamanahi untuk menjadi Pengurus Yayasan Sekolah Alam Bandung.

Di antara mereka, ada nama-nama seperti Edifrizal Darma, Tjut Meliza Hasan, Farida Andayani, Sulistyani, dan Darma Setiawan.

Seiring berjalannya waktu, terjadi restrukturisasi dalam susunan pengurus yayasan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Hal ini melahirkan tiga badan pengelola, yakni Badan Pembina, Badan Pengawas, dan Badan Pengurus, yang bekerja bersama dalam mewujudkan misi besar Sekolah Alam Bandung.

Kolaborasi Antara Pengalaman dan Semangat Baru di Sekolah Alam Bandung

Saat ini, di lingkungan Sekolah Alam Bandung, hanya satu dari lima guru pendiri yang masih aktif, namun keberadaannya tetap menjadi fondasi kuat bagi sekolah ini.

Eko Kurnianto, sebagai guru dari generasi pertama yang masih bertahan, kini mengemban tanggung jawab sebagai Ketua Badan Pengawas Yayasan Sekolah Alam Bandung.

Sementara itu, dari kelima orang yang pertama kali memimpin Yayasan, tiga sosok luar biasa masih setia berada di garda depan. Tjut Meliza Hasan, Farida Andayani, dan Sulistyani, yang kini berperan sebagai anggota Badan Pembina Yayasan Sekolah Alam Bandung, tetap komitmen mendukung visi besar sekolah ini.

Lahir dari semangat yang sama, Laury Sanjaya, generasi kedua guru di Sekolah Alam Bandung, adalah pionir berikutnya yang kini menduduki kursi Ketua Yayasan Sekolah Alam Bandung.

Laury Sanjaya adalah alumnus ITB dengan latar belakang Teknik Fisika, lulus pada tahun 1996. Dengan kolaborasi antara pengajar berpengalaman dan semangat baru ini, Sekolah Alam Bandung terus berkembang dan memberikan pendidikan yang luar biasa bagi generasi mendatang.

Komitmen Terhadap Pendidikan Berkualitas: Fasilitas Terbaik untuk Generasi Mendatang

Sekolah Alam Bandung menghampar di dua lokasi yang begitu istimewa. Di perbukitan Dago Utara, dengan lahan seluas 5.000 m2, berdiri kokoh TK dan SD, tempat di mana anak-anak mengejar ilmu di tengah alam.

Tanah ini adalah milik Bapak Hendro Martono, seorang arsitek berjiwa besar dan alumni ITB yang selalu memberikan perhatian khusus pada pendidikan dan lingkungan. Beliau pun menjadi salah satu pilar dalam Badan Pembina Yayasan Sekolah Alam Bandung.

Tidak jauh dari sana, generasi berikutnya dari keluarga Martono, yaitu Aji Bimarsono, juga alumni ITB, dan merupakan Ketua Bandung Heritage turut aktif sebagai anggota Badan Pengawas Yayasan Sekolah Alam Bandung.

Namun, cerita ini belum selesai. Di samping TK dan SD, Sekolah Alam Bandung juga menawarkan SL dan SM yang berlokasi bersebelahan dengan TK dan SD, menggambarkan komitmen kuat sekolah ini untuk memberikan pendidikan berkelanjutan dan berkualitas.

Terwujudnya visi ini adalah bukti nyata dari upaya keras dan semangat yang tak kenal lelah untuk menciptakan pendidikan yang luar biasa bagi generasi mendatang.

Akhir Kata

Dengan komitmen yang tak pernah pudar, Sekolah Alam Bandung terus menyediakan pendidikan berkualitas, menjembatani anak-anak menuju masa depan yang cerah.

Sebagai bagian dari perkembangan pendidikan di Indonesia, sekolah ini telah menginspirasi banyak orang, memupuk semangat belajar, dan memberikan harapan baru bagi generasi mendatang.

Kisah ini merupakan bukti nyata bahwa pendidikan yang luar biasa dapat diciptakan melalui semangat, dedikasi, dan kerja keras.

Sekolah Alam Bandung tidak hanya berdiri sebagai sebuah lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai sumber inspirasi untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia.

Demikianlah sejarah dan perkembangan Sekolah Alam Bandung yang telah memberikan warna dan perubahan dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Logo

Wahana pendidikan yang menggabungkan kecintaan pada alam dan pembelajaran yang mendalam. Dengan semangat untuk menciptakan pemimpin masa depan yang peduli pada lingkungan.

Informasi

Hubungi Kami

Alamat

Jl.Cikalapa II No.4, RT 09, RW 03, Kp.Tanggulan-Dago Pojok, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong- Kota Bandung 40135

Email

humas.ysab@gmail.com

Telepon

022-20458742 / 087738401318 (Humas)

Hak Cipta © Sekolah Alam Bandung | Gambar ilustrasi oleh Storyset